PERAN
PESANTREN
BAGI
MASYARAKAT PEDESAAN
Diajukankan sebagai tugas akhir mata kuliah
“TPKI”
Disusun oleh:
Desy noorhayati umar
D03210054
Dosen Pembimbing :
Dr. Phil. Khoirun Niam
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2010
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
................................................................................................................................ i
BAB 1 PENDAHULUAN
............................................................................................... 1
A. Latar
Belakang
................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah ........................................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN
.................................................................................................. 2
A. Pesantren dan
Masyrakat Desa ........................................................................ 2
B.
Peran
Pesantren bagi Masyarakat Desa
........................................................... 3
C. Pengaruh Pesantren bagi Masyarakat Desa
.....................................................
4
BAB 3 PENUTUP ........................................................................................................... 5
Kesimpulan
.......................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Jika
muncul pertanyaan, apa itu pesantren? Maka jawaban yang kita dapatkan pasti
bermacam-macam. Karna banyak pendapat tentang pengertian pesantren itu sendiri.
Lebih-lebih dari para tokoh yang memiliki argumen sendiri-sendiri.
Pesantren dapat
disimpulkan sebagai suatu lembaga pendidikan islam tradisional yang dikelolah
oleh masyarakat dan atas swadayanya sendiri. Pesantren sebagai lembaga
pendidikan keagamaan merupakan realitas yang tak dapat dipungkiri. Sepanjang
sejarah yang dilaluinya, pesantren terus menekuni pendidikan tersebut dan
menjadikannya sebagai fokus kegiatan.
Sebagai lembaga
pendidikan berbasis agama, pesantren pada mulanya adalah pusat penggemblengan
nilai-nilai dan penyiaran agama islam. Dengan menyediakan kurikulum yang berbasis
agama, pesantren diharaapkan mampu melahirkan alumni yang kelak mampu menjadi
figur agamawan yang tangguh dan memainkan perannya pada masyarakat secara umum.
Pesantren sangat identik dengan masyarakat
pedesaan, karna mayoritas keberadaan pesantren ada di pedesaan, karna dari itu,
banyak para orang tua yang berada di desa yang bertujuan ingin menentukan
pendidikan bagi anak-anaknya, mereka langsung berinisiatif untuk memasukkan
anak mereka pada sebuah pesantren. Karna menurut mereka, di pesantren anak-anak
akan mendapat ilmu agama yang cukup banyak yang dapat menjadi bekal untuk
kehidupan mereka kelak. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga memiliki
banyak peran-peran yang lain, terutama bagi masyarakat pedesaan.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa hubungan
pesantren dengan masyarakat pedesaan ?
2. Bagaimana
peran pesantren bagi masyarakat pedesaan ?
3. Mengapa
pesantren sangat berpengaruh bagi masyarakat pedesaan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PESANTREN
DAN MASYARAKAT DESA
Sejak awal kelahirannya, pesantren
tumbuh, berkembang dan tersebar di berbagai pedesaan. Keberadaan pesantren
sebagai lembaga keislaman yang sangat kental dengan karakteristik Indonesia ini
memiliki nilai-nilai strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia.
Realitas menunjukkan, pada satu sisi, sebagian besar penduduk Indonesia terdiri
dari umat islam, dan pada sisi lain, mayoritas dari mereka tinggal di pedesaan.[1]
Pesantren merupakan sekumpulan
komunitas independen yang pada awalnya mengisolasi diri di sebuah tempat yang
jauh dari pusat perkotaan.[2]
Pesantren dianggap sebagai satu-satunya sistem pendidikan di Indonesia yang
menganut sistem tradisional. Karna nilai-nilai kemandirian yang dianut
pesantren masih lebih menampakkan aspeknya yang bersifat individual, atau
sangat lokal, dan belum menjadi sikap social kemasyarakatan yang
transformative. Persoalan itu masih ditambah dengan pemaknaan sebagai pesantren
terhadap pengabdian dan pengembangan masyrakat yang masih terkesan parsial dan
melulu ditekankan pada aspek pengembangan keilmuan keagamaan murni.
Bahkan, oleh Ulil Abshar Abdalla dalam
artikelnya, Humanisasi Kitab Kuning:
Refleksi dan Kritik atas Tradisi Intelektual Pesantren, menyatakan bahwa
pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan islam di Indonesia yang
mewarisi tradisi intelektual islam Tradisional. Selain itu, menurut Mochtar
Buchori, pesantren merupakan bagian dari struktur internal pendidkan islam di
Indonesia yang diselenggarakan secara tradisional yang telah menjadikan Islam
sebagai cara hidup.[3]
Pesantren, sejak kemunculannya,
memang tidak dapat dilepaskan dari peran masayarakat. Lembaga keagamaan ini
tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat. Pesantren didirikan dengan
tujuan mengadaka transformasi sosial bagi (masyrakat) daerah sekitarnya. Ia
hadir mengabdikan dirinya mengembangkan dakwah islam dalam pengertian luas,
mengembangkan masyarakat sesuai nilai-nilai keagamaan, dan pada gilirannya
didukung secara penuh oleh mereka.[4]
Aspek lain pelibatan pesantren dalam
pemberdayaan masyarakat berpulang pada kenyataan bahwa masyarakat Indonesia
yang mayoritas terdiri dari komunitas muslim pada umumnya menetap di daerah
pedesaan. Pada sisi itu, pesantren yang memang berkembang dan tersebar di
daerah-daerah pedesaan, sampai derajat tertentu, merupakan perwakilan dari
masyarakat muslim daerah-daerah pedesaan. Mereka pada umumnya merupakan alumni
atau hasil didikan dunia pesantren. Kenyataan itu membuat pesantren sampai saat
ini masih berpengaruh (kuat) pada hampir seluruh aspek kehidupan di kalangan
masyaraakat muslim pedesaan yang taat. Oleh karena itu, perlu ditekankan di
sini bahwa setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang
berasal dari luar kaum elit pesantren sebagai pusat pendidkan Islam dan
intruksi keagamaan tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life
dan sikap masyarakat islam di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa
pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya dalam bentuk pengembangan
peradaban masyarakat (civil society), mutlak harus melibatkan pesantren.[5]
B.
PERAN
PESANTREN BAGI MASYARAKAT DESA
Secara
substansial, pesantren merupakn institusi keagamaan yang tidak mungkin bisa
dilepaskan dari masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan. Lembaga ini tumbuh
dan berkembang dari dan untuk masyarakat dengan memosisikan dirinya sebagai
bagian masyarakat dalam pengertiannya yang transformatif.[6]
Sebagai lembaga pendidikan tradisional yang mayoritas berada di pedesaan,
pesantren memiliki andil yang cukup besar dalam melakukan transformasi sosial
terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya. Para santri senior dan akan segera
kembali ke kampung halamannya, biasanya terlebih dahulu ditugasi untuk
melaksanakan tugas pengabdian di daerah atau perkampungan yang menjadi binaan
pesantren yang bersangkutan. hingga pada gilirannya santri telah siap untuk
berkiprah di tengah masyarakat melakukan transformasi sosial.[7]
Pondok
pesantren didirikan bermula dari kegiatan usaha seorang kiai yang didukung
keluarganya secaraa mandiri, sehingga hal-hal yang bersifat formal yang
tertuang dalam statistik tidak begitu penting
namun kiai sering menjelaskan secara panjang lebar, bahwa pondok
pesantren yang dipimpinnya adalah untuk mendidik dan membimbing seseorang agar
mempunyai pengetahuan keagamaan dan berbudi pekerti yang baik, terhadap Allah,
kepada orang tuanya, dan kepada guru yang mendidik.[8]
Memasuki
era Orde Baru, yang dikenal sebagai era marginalisasi pendidikan agama, tugas
pokok pesantren dalam mendidik dan memberdayakan masyarakat tetap dijalankan.
Independensi yang selama ini dipertahankan agaknya menjadi faktor penting bagi
tetap eksisnya pesantren sebagai media komunikasi efektif dalam jaringan
masyarakat tradisional pedesaan. Dawam Rahardjo mengungkapkan, pesantren
memiliki peran penting sebagai agen pembaharuan sosial, khususnya dalam program
transmigrasi,sosialisasi sistem keluarga berencana, gerakan sadar lingkungan
atau pergerakan para santri dan masyarakat setempat dalam perbaikan pra sarana
fisik dan pembangunan masyarakat desa.[9]
Sosiolog Jerman yang pernah meneliti perkembangan pesantren di Indonesia,
Manfred Ziemek mengungkapkan bahwa pesantren telah berhasil melaksanakan proyek
sinergis antara kerja dan pendidikan serta berhasil dalam membina lingkungan
desa berdasarkan struktur budaya dan sosial.[10]
Efektifitas
pesantren untuk menjadi agent of change sebenarnya terbentuk karna sejak awal
keberadaan pesantren juga menempatkan diri sebagai pusat belajar masyarakat
(Commonity learing centre) seperti di contohkan Gus Dur pada Pesantren Denanyar
Jombang yang selama 50 tahun tidak pernah surut memberikan pengajian dan
problem solving gratis pada Ibu-ibu rumah tangga di desa-desa lingkungan
pesantren dan sekitarnya.
Hasil
dari kegiatan ini memang bukan orang orang yg berijazah tetapi pembentukan
pandangan nilai-nilai dan sikap hidup bersama dimasyarakat padahal pembangunan
oleh pemerintah acapkali tidak menjangkau sisi ini. Disini terlihat jelas bahwa
Pesantren bukan saja penyelenggara pendidikan tetapi juga penyelenggara dakwah
yg mengajak pada perubahan pola hidup dimasyarakat.[11]
C.
PENGARUH
PESANTREN BAGI MASYARAKAT DESA
Pesantren
sangat berpengaruh bagi masyarakat pedesaan, karena dengan adanya pesantren,
seseorang atau penduduk desa yang mencari ilmu didalamnya akan mengalami suatu
proses pengkondisian agar anak didik menjadi lebih mengetahui, memahami,
mengimani dan mengamalkan agamanya sebagai ajaraan yang menjadi pandangan dan
pedoman hidup. Pengkondisian dalam kaitan tersebut, bararti upaya menumbuhkan
kesadaran dari dalam pada diri anak didik. Ini merupakan suatu kesadaran yang
memungkinkan anak didik mempunyai persepsi yang benar dan mendalam tentang
agama sebagai sumber nilai dalam hidupnya dan juga sekaligus yang dapat
menumbuhkan kekuatan kemauan dalam dirinya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai
ilahiyah dalam kehidupannya sehari-hari.[12]
Pesantren
memiliki pengaruh cukup besar di kalangan masyrakat, khususnya di pedesaan.
Pesantren sampai saat ini memiliki pengaruh cukup kuat pada hampir seluruh
aspek kehidupan di kalangan masyarakat muslim pedesaan yang taat. Kuatnya
pengaruh pesantren tersebut membuat setiap pengembangan pemikiran dan
interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren tidak akan
memiliki dampak signifikan terhadap way of
life dan sikap masyarakat islam di daerah pedesaan. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa setiap upaya yang ditujukan untuk pengembangan masyarakat,
terutama di daerah-daerah pedesaan, perlu melibatkan dunia pesantren.[13]
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari uraian di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa,
Keberadaan pesantren sebagai lembaga keislaman yang sangat kental
dengan karakteristik Indonesia ini memiliki nilai-nilai strategis dalam
pengembangan masyarakat Indonesia.yang mana sebagian besar penduduk Indonesia
terdiri dari umat islam, dan pada sisi lain, mayoritas dari mereka tinggal di
pedesaan. Pesantren dianggap sebagai satu-satunya sistem pendidikan di
Indonesia yang menganut sistem tradisional.
. Sebagai lembaga pendidikan tradisional yang mayoritas
berada di pedesaan, pesantren memiliki andil yang cukup besar dalam melakukan
perubahan sosial terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya, selain itu
pesantren juga sebagai media komunikasi efektif dalam jaringan masyarakat
tradisional pedesaan.
Pesantren sampai saat ini memiliki pengaruh cukup kuat
pada hampir seluruh aspek kehidupan di kalangan masyarakat muslim pedesaan yang
taat. Kuatnya pengaruh pesantren tersebut membuat setiap pengembangan pemikiran
dan penafsiran keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren tidak akan
memiliki dampak yang penting terhadap arah atau jalan hidup dan
sikap masyarakat islam di daerah pedesaan.
DAFTAR PUSTAKA
→ A’la, Abd. 2006. Pembaruan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka
Pesantren.
→ Haedari, Amin dkk. 2004. Masa Depan Pesantren, Dalam Tantangan Modernitas
dan
Tantangan Komplesitas Global. Jakarta: IRD PRESS.
→ Sukamto. 1999. Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren.
Jakarta: Pustaka LP3ES.
→ Usa, Muslih. 1991. Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita
dan Fakta. Yogyakarta: PT.
Tiara Wacana Yogya.
[2] HM. Amin
Haedari, Masa Depan Pesantren, Dalam
Tantangan Modernitas dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta:IRD PRESS,
2004), hlm. 2
[7] Haedari, Masa Depan Pesantren, Dalam Tantangan
Modernitas dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta:IRD PRESS, 2004),
hlm. 181
[9] Haedari, Masa Depan Pesantren, Dalam Tantangan
Modernitas dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta:IRD PRESS, 2004),
hlm. 11-12
[12] Muslih Usa,
Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita
dan Fakta, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 1991), hlm. 99

Tidak ada komentar:
Posting Komentar