Rasa yang tak pernah sampai
Sekian lama kunanti akan datangnya cahaya yang terang itu, Telah ku
coba berkali-kali tuk gapai hinga hampir sampai, Namun tak ada sedikitpun celah
tuk menembusnya. Begitu kuatnya baja yang mengelilingi perasaanmu, Hingga tak
ku hiraukan lagi jika harga diriku-pun ikut terjual murah karna dinginnya
sikapmu. Sampai seperti itukan kau memperlakukan semua bunga yang menyanjungmu?
Mengelu-elukanmu? Memuja dan memujimu? Mengagumimu? Bahkan menjadikanmu sebagai
tuntunan? Mungkin tak semua, karna ku tau bagaimana sifatmu_aku memang tak
pernah mengenalmu dengan dekat seperti mereka-mereka yang telah kau pilih
secara audisi. Namun tak sulit bagiku tuk memberi nilai pada kepribadianmu yang
ku kira sangatlah jauh dari yang aku kira sebelumnya. Mungkin itu memang baik
bagiMu karna posisimu yang telah menjulang tinggi di antara sederetan yang ada,
Semoga saja kau tak melakukan kehilafan hanya karna disekelilingmu banyak
bidadari-bidadari yang amat sangat memujamu.
Biarpun rasa ingin dapat menggapaimu tak kan pernah terwujud, namun
do’a terbaikku akan selalu menghantarkanmu pada kehidupan yang kau jalani.
Kau indah dan akan menjadi yang terindah selalu dalam kenanganku,
biarpun waktu telah membawaku pada hakikat hidup yang sebenarnya, dan tak kan
lagi aku hidup dalam bayang-bayang serta mimpi-mimpi tentangmu. Aku lelah jika
terus-menerus berlarian dalam lamunan yang seolah menjadikanku ratu dalam
istanamu yang megah, namun aku roboh saat
tersadar dari semuanya. Entah mengapa aku bisa sangat menggilaimu, bahkan
tak pernah aku hiraukan bergelimangan cinta disekelilingku yang ingin
menyapaku, mata hatiku telah buta olehmu, gejolak jiwa yang meledak-ledak pun
hanya berpusat padamu seorang. Kini telah kubuktikan kedahsyatan pandangan pertama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar