AHLAN WA SAHLAN

" Derasnya air surga yang turun di setiap hari dengan memberikan banyak manfaat bagi makhluk-Nya sama dengan cinta_Mu Robby padaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita di hidupku "

Senin, 28 April 2014

Lirik Lagu

* Hijrah Cinta *

Pada hari bulan tahun
Detik menit diriku bernafas
Ada gelombang mengerah
Memaksaku menghentikan semua

Ku hentikan kegilaan hidup
Denganmu jiwa ini terisi
Aku mencintai engkau
Begitu besar tak terbandingi


Namun bila saatnya
Aku harus pergi juga
Tinggalkan engkau, tinggalkan semua

Hijrah cintaku menguatkan alasanku
Untuk menjadi manusia lebih baik
Namun saat sinarnya datang menjemputku
Mana mungkin aku berlari

Aku harus meninggalkan semua cinta ini
Dan bila nanti bertemu dia, ku mohonkan
Kembalikanlah kami, satukanlah lagi
Di surga-Mu ya Allah

Segunung kepingan dinar
Tak bisa mengalahkan kilau cintaku
Bahagia ku melihatmu
Mampu tersenyum kalahkan getir

Namun bila saatnya
Aku harus pergi juga
Tinggalkan engkau, tinggalkan semua

Hijrah cintaku menguatkan alasanku
Untuk menjadi manusia lebih baik
Namun saat sinarnya datang menjemputku
Mana mungkin aku berlari

(Hijrah cintaku menguatkan alasanku)
(Untuk menjadi manusia lebih baik)
Namun saat sinarnya datang (menjemputku)
(Mana mungkin aku berlari)

Aku harus meninggalkan semua cinta ini
Dan bila nanti bertemu dia, ku mohonkan
Kembalikanlah kami, satukanlah lagi
Di surga-Mu ya Allah
Di surga-Mu ya Allah
by. Rossa

Selasa, 10 Desember 2013

CORETAN



Aku tak mengerti
Dimana letak salahku
Kau tiba-tiba memasang topeng keacuhanmu
Pada diri yang masih bergelut dalam ombak kebingungan
Kau palingkan semua kebaikanmu yang telah lama aku kenal
Inikah dirimu?
Apa arti semua kebaikanmu selama ini?
Ku coba mncari jawaban
Namun tak setitik tinta dan seucap kata kudapat darimu
Benarkah kau setega itu padaku?
Mungkinkan kau telah sembuh dari sakitmu?
Sehingga kau dengan mudah melupakan sosok yang telah mengangkatmu dari kesakitan, keterpurukan, kehancuran yang amat pedih kau rasakan.
Jika benar seperti itu adanya
Kau telah berlari pada org yang sangat tepat
Karna aku membantumu dengan penuh keihlasan
Sampai akhirnya kau kembali pada kesakitan itu dan memilih pergi dariku

 Surabaya, 09 desember 2013

Kamis, 14 November 2013

LIRIK SHOLAWAT

YA IMAMARUSLI
 
يَا إِمَامَ الرُّسْلِ يَا سَنَدِي
Wahai penghulu para rasul ! wahai sandaranku
أَنْتَ بَعْدَ الله مُعْتَمَدِي
Setelah Allah, engkau adalah peganganku
فَبِـدُنْيـَايَ وَآخِـرَتِي
Dalam urusan dunia dan akhiratku
يا رسول الله خُذْ بِيَدِيْ
Wahai rasulullah! Bantulah aku
عَطْفَـةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَـمِ
Belas kasihmu wahai yang berjiran dengan Ka’bah
يَا أُهَيْلَ الْجُوْدِ والْكَـرَمِ
Wahai keluarga yang bermurah dan mulia
نحنُ جِيْرَانٌ بِذَا الْحَـرَمِ
Kami berada berhampiran dengan Kota Haram
حَرَمُ الإحْسَانِ والْحَسَـنِ
Kota yang penuh ihsan dan kebaikan
نحن مِنْ قَوْمٍ بِهِ سَكَنـُوْا
Kami daripada kaum yang tinggal di Kota Haram
وَبِهِ مِنْ خَوْفِهِمْ أَمِنـُوْا
Di dalamnya mereka aman daripada ketakutan
وَبِآيَاتِ الْقُرْآنِ عُنـُوْا
Dan oleh ayat-ayat Al-Quran mereka di perhatikan
فَاتَّئِـدْ فِيْنـَا أَخَا الْوَهَـنِ
Maka janganlah kamu tergesa-gesa atas kami wahai saudara yang lemah
نَعْرِفُ الْبَطْحـَاء وَتَعْرِفُنـَا
Kami kenal kepada padang pasir (Mekkah) dan ia mengenal kami
وَالصَّـفَا وَالْبَيْـتُ يَأْلَفُنـَا
Demikian pula Bukit Sofa dan Ka’bah
وَلَنَا الْمَعْـلَى وَخَيْـفُ مِنَى
Untuk kami Ma’la dan Khaif Mina
فَاعْلَمَـنْ هذَا وَكُنْ وَكُـنِ
Ketahuilah engkau akan hal ini dan yakinlah
وَلَنـَا خَيْـرُ الأَنـَـاِم أَبُ
Untuk kami sebaik-baik manusia sebagai ayah
وعَـلِيٌّ الْمُرْتَضَـى حَسَـبُ
Dan Ali Al-Murtadha sebagai datuk kami
وإِلَى السِّـبْطَيْـنِ نَنْتَسِـبُ
Kepada dua cucu Nabi (Hasan dan Husein) kami bernasab
نَسَبـًا مَا فِيْـهِ مِـنْ دَخَـنِ
Nasab yang tiada terdapat keraguan
أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَـفَى الطُّهُـرِ
Keluarga nabi yang suci
هُـمْ أَمَـانِ الأَرْضِ فَاذَّكِـرِ
Mereka pengaman dimuka bumi, maka ingatlah itu
شُـبِّهُـوْا بِالأَنْجُـمِ الزُّهُـرِ
Mereka umpama bintang-bintang yang gemerlapan
مِثْلَ مَا قَدْ جَـاءَ فِي السُّنَـنِ
Sebagaimana telah di nyatakan dalam hadith-hadith
وسَـفِـيْنٌ لِلنَّـجَـاةِ إِذَا
Mereka umpama bahtera keselamatan bila
خِفْتَ مِنْ طُوْفَانِ كُلِّ أَذًى
Kau takut angin taufan yang menghanyutkan
فَانْجُ فِيْهَا لاَ تَكُوْنُ كَـذَا
Maka naiklah ke atasnya kau akan selamat
فَاعْتَصِمْ بِاللهِ وَاسْتَعِنِ
Berpegang teguhlah dengan Allah dan mintalah pertolongan
رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ
Ya Allah, kurniakanlah kami dengan berkat mereka
وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ
Berilah petunjuk pada kami jalan yang baik dengan kehormatan mereka
وَأَمِتْـنَا فِي طَرِيْقَتِهِمْ
Matikanlah kami pada jalan mereka
وَمُعَـافَاةٍ مِنَ الْفِتَنِ
Serta selamatkanlah kami dari fitnah
ثُمَّ لاَ تَغْتَرَّ بِالنَّسَبِ
Janganlah engkau membanggakan diri dengan nasabmu
لاَ وَلاَ تَقْنَعْ بِكَانَ أَبِي
Dan jangan pula engkau merasa cukup dengan kejayaan ayahmu
وَاتَّبِعْ فِي الْهَدْيِ خَيْرَ نَبِيّ
Ikutilah sebaik-baik nabi dalam petunjuknya
أحْمَدِ الْهَادِي إلَى السَّنَنِ
Ia itu Ahmad, pemberi petunjuk pada jalan yang benar

PUISI

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

Oleh: Rako Prijanto

PUISI


Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU

Oleh: Rako Prijanto

Senin, 11 November 2013

LIRIK LAGU


^ TERPUKAU ^

Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu

Aku sempurna denganmu

Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau

Aku sungguh sangat bermimpi

Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu

Aku sempurna denganmu

Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau

Denganmu aku sempurna

Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat

Denganmu aku sempurna

Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Hanya dia yang membuat aku terpukau


by. Astrid

Rabu, 22 Mei 2013

coretanku



Rasa yang tak pernah sampai
Sekian lama kunanti akan datangnya cahaya yang terang itu, Telah ku coba berkali-kali tuk gapai hinga hampir sampai, Namun tak ada sedikitpun celah tuk menembusnya. Begitu kuatnya baja yang mengelilingi perasaanmu, Hingga tak ku hiraukan lagi jika harga diriku-pun ikut terjual murah karna dinginnya sikapmu. Sampai seperti itukan kau memperlakukan semua bunga yang menyanjungmu? Mengelu-elukanmu? Memuja dan memujimu? Mengagumimu? Bahkan menjadikanmu sebagai tuntunan? Mungkin tak semua, karna ku tau bagaimana sifatmu_aku memang tak pernah mengenalmu dengan dekat seperti mereka-mereka yang telah kau pilih secara audisi. Namun tak sulit bagiku tuk memberi nilai pada kepribadianmu yang ku kira sangatlah jauh dari yang aku kira sebelumnya. Mungkin itu memang baik bagiMu karna posisimu yang telah menjulang tinggi di antara sederetan yang ada, Semoga saja kau tak melakukan kehilafan hanya karna disekelilingmu banyak bidadari-bidadari yang amat sangat memujamu.
Biarpun rasa ingin dapat menggapaimu tak kan pernah terwujud, namun do’a terbaikku akan selalu menghantarkanmu pada kehidupan yang kau jalani.
Kau indah dan akan menjadi yang terindah selalu dalam kenanganku, biarpun waktu telah membawaku pada hakikat hidup yang sebenarnya, dan tak kan lagi aku hidup dalam bayang-bayang serta mimpi-mimpi tentangmu. Aku lelah jika terus-menerus berlarian dalam lamunan yang seolah menjadikanku ratu dalam istanamu yang megah, namun aku roboh saat  tersadar dari semuanya. Entah mengapa aku bisa sangat menggilaimu, bahkan tak pernah aku hiraukan bergelimangan cinta disekelilingku yang ingin menyapaku, mata hatiku telah buta olehmu, gejolak jiwa yang meledak-ledak pun hanya berpusat padamu seorang. Kini telah kubuktikan kedahsyatan pandangan pertama.